Surat Terbuka untuk Jamie Dimon

Dan bagi siapapun yang masih kesulitan memahami Cryptocurrency

Catatan:

Tulisan ini adalah versi terjemahan dari artikel bahasa inggris yang berjudul: A Letter to Jamie Dimon (And anyone else still struggling to understand cryptocurrencies, ditulis oleh Adam Ludwin. Artikel ini sangat bagus bagi siapapun yang tertarik untuk mengetahui apa dan apa yang sedang terjadi per saat ini mengenai fenomena: bitcoin, cryptocurrency, maupun "blockchain"; dalam bahasa sehari-hari, oleh karena itulah saya meminta izin secara pribadi kepada penulisnya langsung untuk menerjemahkan artikel tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Tujuannya,tidak lain, hanya ingin menyebar-luaskan tulisan yang bagus dan masih sangat relevan dengan kondisi per saat ini (awal Januari 2018) agar juga dapat dinikmati oleh publik berbahasa Indonesia. Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan terimakasih kepada: Adam Ludwin dan teman-teman terbaik dari Indonesian Blockchain Network (Mari bergabung di Telegram Channel kami) yang telah membantu sedikit/banyak dalam proses penerjemahan artikel ini: Dimaz Aanka Wijaya; Franky Rivan, Hanindyo Notohatmodjo, Imantaka Nugraha, Kenneth Tali, Li Merlina.

Saran dan kritik yang membangun atau hanya sekedar bertegur sapa dapat dilayangkan langsung ke: budi.sukmana@gmail.com. Selamat membaca.


Dear Jamie,

Nama saya, Adam Ludwin dan saya menjalankan sebuah perusahaan yang bernama Chain. Saya telah dan masih bekerja dan terlibat dengan pasar cryptocurrency selama beberapa tahun ini.

Minggu lalu, Anda mengatakan beberapa hal mengenai Bitcoin:

Mudah untuk mempercayai bahwa cryptocurrency tidak memiliki inherent value dari sebuah aset. Atau pemerintah akan melarang hal tersebut.

Hal tersebut juga menjadi sesuatu yang bersifat kekinian untuk mempercayai kebalikannya: bahwa cryptocurrency akan men-disrupt bank, pemerintahan, dan perusahaan-perusahaan besar di Sillicon Valley untuk sekali dan selamanya.

Tidak ada satu pandangan yang lebih benar dari yang lainnya.

Kenyataan tidaklah hitam dan putih dan penting. Untuk itulah, kenapa saya memutuskan untuk menulis surat terbuka ini kepada Anda. Saya berharap Anda dapat lebih menghargai cryptocurrency lebih dalam lagi.

Mari kita mulai dengan pernyataan-pernyataan yang saya percayai:

Dan juga (disisi lain):

Singkat kata: saat ini kita mendengar terlalu banyak kegaduhan (noise). Tapi di sisi lain juga tertangkap sebuah sinyal. Untuk menemukannya, kita perlu mendefinisikan apa itu cryptocurrency terlebih dahulu.

Tanpa kerangka berpikir yang tepat kita akan kehilangan arah. Kebanyakan orang yang mengemukakan pendapat/berargumen tentang cryptocurrency merupakan pendapat dari satu pihak saja karena mereka tidak berhenti untuk berpendapat/bertanya apa itu cryptocurrency dari sisi yang lain.

Inilah definisi saya: cryptocurrency adalah sebuah kelas aset baru (new asset class) yang memungkinkan aplikasi-aplikasi yang terdesentralisasi (decentralized applications) dapat berfungsi/beroperasional.

Jika benar dugaan saya, cara pandang Anda terhadap cryptocurrency sangat sedikit berhubungan dengan apa yang Anda pikirkan tentang cryptocurrency apabila dibandingkan dengan mata uang yang kita tahu selama ini (mata uang fiat) atau dengan sekuritas, dan segala hal yang berkaitan dengan opini Anda mengenai decentralized applications dan nilainya yang relatif terhadap permodelan piranti lunak (software) yang kita kenal selama ini.

Apakah Anda belum memiliki pandangan terhadap decentralized applications? Jika begitu berarti Anda pun belum memiliki pandangan terhadap cryptocurrency, mohon untuk tetap melanjutkan membaca.

Dan karena ini bukan mengenai cyrptocurrency vs mata uang fiat, mari kita berhenti menggunakan kata currency (mata uang). Hal tersebut hanya akan mengecoh kita lebih jauh. Hal tersebut terlalu membebani dan saya menyadari apabila Anda tetap ingin membicarakan Bitcoin di publik, Anda akan tetap kembali membandingkannya dengan dollar, euro, dan yen. Perbandingan tersebut tidak akan membantu Anda mengerti apa yang sedang terjadi. Dalam kenyataannya hal tersebut hanya akan menghalangi pembicaraan kita lebih lanjut mengenai hal ini. Sampai akhir surat terbuka ini selesai, saya akan lebih merujuk cryptocurrency sebagai cryptoassets.

Jadi, saya ulangi: CryptoAsset adalah sebuah kelas aset baru yang memungkinkan decentralized applications dapat berfungsi/beroperasional.

Dan seperti semua kelas aset yang lain, keberadaan mereka adalah sebagai sebuah mekanisme untuk mengalokasikan berbagai sumber daya kedalam sebuah bentuk spesifik dari organisasi. Diluar dari perhatian yang saat ini lebih tertuju kepada aktivitas jual dan beli cryptoasset, keberadaan mereka tidak hanya sekedar untuk diperjual-belikan. Begitulah, setidaknya secara prinsip, keberadaan mereka tidak hanya untuk tanpa alasan belaka.

Untuk mengerti apa yang saya maksud, coba pikirkan beberapa kelas aset lain dan bentuk organisasi apa yang mereka layani:

Dan sekarang:

Decentralized applications adalah bentuk baru dari sebuah organisasi dan bentuk baru dari sebuah software. Mereka adalah model baru dalam berkreasi, pendanaan (funding), dan pengoperasian software dimana prosesnya terdesentralisasi dari atas ke bawah. Itu bukan berarti membuat mereka menjadi lebih baik atau lebih buruk dari jenis software yang ada selama ini atau perusahaan-perusahaan dibalik mereka. Seperti yang akan kita lihat nanti, ini adalah sebuah proses perubahan yang cukup besar. Bisa kita katakan bahwa mereka benar-benar secara radikal berbeda dengan software yang kita ketahui saat ini dan secara radikal juga berbeda dari bentuk organisasi yang selama ini kita tahu.

Seberapakah bedanya? Coba bayangkan seperti ini: Anda tumbuh dan berkembang di sebuah hutan tropis dan saya bawakan Anda sebuah tanaman kaktus dan mengatakannya kepada Anda bahwa kaktus adalah sebuah pohon. Akan seperti apakah reaksi Anda? Besar kemungkinan Anda akan tertawa dan Anda mengatakan bahwa kaktus bukanlah pohon karena tidak ada gunanya mengatakan bahwa sebuah pohon menjadi sebuah tempat penampungan air yang kecil tapi dapat menampung air dalam jumlah banyak dan dilapisi oleh "baju perang" karena selama ini, air sangat berkelimpahan di hutan tropis! Analogi ini mencerminkan bagaimana reaksi dari kebanyakan orang yang bekerja di Sillicon Valley terhadap decentralized applications selama ini.

Maaf, saya meninggalkan topik utama mengenai apa yang sedang kita bahas. Saya masih berhutang kepada Anda sebuah penjelasan penting:

Apa itu decentralized application?

Sebuah decentralized application adalah sebuah cara untuk membuat sebuah pelayanan (aplikasi software) yang di mana tidak ada satu entitas pun yang menjadi pusat operasi.

Kita akan sampai pada pertanyaan apakah mereka berguna per saat ini. Tapi sebelumnya, Anda perlu mengerti terlebih dahulu, bagaimana cara mereka bekerja.

Mari kita kembali ke saat lahirnya ide tersebut.

Saat itu adalah bulan November 2008. Titik nadir Krisis Keuangan saat itu.

Seseorang yang tidak pernah menunjukkan jati diri sebenarnya (anonim) menerbitkan sebuah tulisan ilmiah (whitepaper) yang menjelaskan bagaimana caranya untuk membuat sistem pembayaran elektronik tanpa melalui pihak ketiga yang terpercaya seperti Chase atau Paypal atau Federal Reserve. Ini adalah decentralized application pertama yang pernah diajukan ke publik.

Dan itu adalah decentralized application untuk sistem pembayaran.

Judul dari tulisan ilmiah tersebut adalah Bitcoin.

Bagaimana caranya Bitcoin bekerja? Bagaimana mungkin mengirimkan pembayaran elektronik tanpa melalui pihak ketiga yang biasanya ditunjuk untuk mengawasi dan memperbaharui saldo dari semua orang? Jika saya memberi Anda 1 dollar itu adalah sesuatu. Tetapi data bukanlah sebuah bearer instrument (bayangkan: uang kertas/koin). Data memerlukan penengah (pihak ketiga) dan validasi untuk dapat dipercaya.

Tulisan ilmiah tersebut mengajukan sebuah solusi: bentuklan sebuah jaringan peer-to-peer. Buatlah menjadi publik. Umumkan transaksi Anda ke setiap orang. Di dalam isi pengumuman Anda, pilihlah dana spesifik yang mau Anda kirim di dalam jaringan tersebut. Tanda-tanganilah pengumuman Anda secara kriptografi (cryptographically signed) melalui sebuah kunci digital (digital/software key = private key) yang terhubung dengan dana yang spesifik tersebut sehingga kita semua mengetahui dana tersebut adalah milik Anda.

Itu hampir bekerja. Kita memerlukan satu hal lagi: sebuah cara untuk memastikan bahwa seandainya apa yang Anda umumkan mengandung dua berita acara yang tidak saling mendukung (ya itu, apabila Anda ingin mengirim uang dari sumber dana yg sama sebanyak dua kali; hal ini disebut sebagai double spending) hanya satu dari usaha Anda saja yang akan dihitung.

Solusi yang buruk: tunjuk sebuah pihak ketiga untuk memberikan cap waktu secara komputasi sesuai dengan urutan kejadian (timestamp) dari transaksi-transaksi yang ada dan hanya memasukkan transaksi yang datang pertama kali (terdengar lebih dulu). Kalau begini caranya, kita kembali lagi ke titik awal. Lagi-lagi, kita harus mempercayai pihak ketiga.

Pemecahan yang jauh lebih baik: biarkan semua pihak yang terlibat untuk berkompetisi untuk menjadi sang timestamper! Kita tidak dapat mencegah transaksi yang dibuat pertama kali, tapi kita dapat mencegah sebuah transaksi yang sengaja dibuat setelahnya atau dengan menggunakan transaksi yang sama untuk setiap kumpulan transaksi-transaksi kedepannya.

"Biarkan semua pihak yang terlibat berkompetisi." Terdengar seperti sebuah ekonomi pasar. Nah, apa yang tertinggal? Sebuah penghargaan bagi siapapun yang menang dalam kompetisi tersebut. Sebuah penghargaan. Sebuah insentif. Sebuah aset.

Mari kita sebut aset tersebut Bitcoin. Mari kita sebut semua pihak yang terlibat yang berkompetisi untuk menjadi timestamper dari kumpulan transaksi terakhir yang telah diumumkan adalah "miner". Mari kita pastikan bagi siapapun yang ingin ambil bagian dalam kompetisi terbuka ini kapanpun dengan membuat program dan jaringan yang ada tetap terbuka untuk publik.

Sekarang kita membutuhkan pertandingan yang sebenarnya. Tulisan ilmiah tersebut mengajukan sebuah cara. Apakah Anda sudah siap? Mari kita mulai! Carilah angka acak yang dibuat oleh jaringan tersebut. Angka ini sangat, sangat sulit untuk dicari. Sangat sulit, sehingga untuk mencarinya diperlukan kekuatan komputasi dalam bentuk energi listrik yang sangat besar. Ini adalah versi dari dunia komputernya (analogi) dari Veruca Salt yang membuat ayah dan para pekerjanya yang miskin di pabrik milik ayahnya dalam cerita fiksi Willy Wonka (lihat video di bawah). Sebuah usaha pencarian gila-gilaan untuk mendapatkan sebuah "tiket emas" (dalam hal ini, angka yang spesifik). Inilah yang disebut dengan proses Penambangan Bitcoin (Bitcoin Mining).

Mengapa kita memerlukan keterlibatan banyak pihak dan sebuah kompetisi yang menghabiskan banyak uang dan energi hanya untuk proses sesederhana memberikan timestamp untuk setiap transaksi yang terjadi di dalam Bitcoin network? Supaya kita dapat memastikan bahwa setiap peserta yang berkompetisi telah mengeluarkan biaya secara finansial yang nyata. Dengan cara demikianlah, apabila mereka memenangkan kompetisi dalam menemukan angka acak tersebut dan menjadi sang timestamper untuk sebuah kumpulan transaksi tertentu, mereka tidak akan menggunakan kekuatannya tersebut untuk melakukan hal-hal yang tidak baik (dalam hal ini berkaitan dengan proses penyuntingan transaksi-transaksi). Sebagai gantinya, mereka akan memberikan perhatian yang lebih seksama untuk menyunting semua transaksi yang masih tersangkut (pending transaction), mengurangi semua usaha dari setiap pengguna yang ingin mengirim dananya dari sumber yang sama sebanyak dua kali (double spending), memastikan semua peraturan diikuti dengan baik, dan mengumumkan kumpulan transaksi yang sudah divalidasi ke seluruh Bitcoin Network.

Karena apabila mereka menuruti aturan, jaringan telah diprogram untuk memberi mereka penghargaan (reward).․․․

․․․dengan Bitcoin baru, ditambah dengan biaya dari transaksi-transaksi (fee transactions) dalam satu waktu tertentu, semuanya dalam bentuk Bitcoin, dibayar oleh si pengirim. (Bisa lihat disini, kenapa mereka disebut miners dan bukan timestampers?)

Dengan kata lain, miners mengikuti aturan karena merupakan economic self-interest bagi mereka untuk melakukan hal yg benar.

Anda tahu, seperti apa yang Adam Smith katakan:

It is not from the benevolence of the butcher, the brewer or the baker, that we expect our dinner, but from their regard to their own self interest.

CryptoAsset: adalah the invisible hand di dalam jaringan internet.

Bitcoin adalah kapitalisme yang telah diolah kembali. Seharusnya Anda mencintainya!

Dan karena para miner ini memiliki hutang yang harus dibayar (kebanyakan dalam bentuk tagihan listrik), kemungkinan besar mereka akan menjual Bitcoin yang baru mereka terima (Bitcoin yang baru muncul ke peredaran) tersebut ke pasar terbuka untuk ditukar dengan mata uang apapun untuk memenuhi kebutuhan mereka untuk membayar hutangnya. Sisanya adalah keuntungan. Bitcoin tersebut sekarang berada di dalam sirkulasi. Orang yang membutuhkannya dapat membelinya. Dan juga untuk orang orang yang hanya ingin berspekulasi dengan Bitcoin. (Mengenai orang-orang yang "membutuhkannya" vs yang berspekulasi terhadapnya, kita akan bahas kemudian.)

Eureka! Kita telah berhasil membunuh dua burung dengan sebuah batu saja; penghargaan secara finansial yang menggantikan kebutuhan kita akan pihak ketiga dengan sebuah pasar terbuka untuk berkompetisi secara jujur sebagai timestampers di aset yang sama yg berakhir ke dalam sirkulasi pasar untuk digunakan sebagai digital bearer instrument (digital cash) di dalam sistem pembayaran secara elektronik yg tanpa membutuhkan pihak ketiga (Ini seperti sebuah lingkaran, ya saya tahu).

Sekarang Anda telah mengerti Bitcoin, mari kita sederhanakan hal ini semua ke decentralized applications secara keseluruhan.

Secara umum, sebuah decentralized application membiarkan kita untuk melakukan apapun yang sudah bisa kita lakukan per saat ini (seperti pembayaran) tetapi tanpa kehadiran pihak ketiga.

Ini contoh lain: sebuah decentralized application yang namanya Filecoin memungkinkan para penggunanya untuk menyimpan file digital ke dalam sebuah jaringan komputer peer to peer sebagai ganti dari menyimpan file tersebut di sebuah tempat penyimpanan file yang terpusat seperti Dropbox atau Amazon S3. CryptoAsset dari servis tersebut juga disebut sebagai Filecoin, berfungsi sebagai penghargaan bagi semua pihak yang terlibat saat membagikan ruang di hard disk nya yg berlebih di Filecoin Network.

Penyimpanan file digital bukanlah sesuatu yang baru. Begitu juga dengan pembayaran elektronik. Yang baru adalah bagaimana mereka dapat beroperasi tanpa sebuah perusahaan (pihak ketiga) dibaliknya. Sebuah bentuk organisasi baru.

Ada satu contoh lagi.

Peringatan: yang satu ini akan sedikit membingungkan. Karena, ini meta.

Ada sebuah decentralized application namanya Ethereum. Dimana Ethereum adalah sebuah decentralized application untuk meluncurkan decentralized applications baru di atasnya.

Saya yakin Anda sudah mendengar tentang "Initial Coin Offering" (ICO) dan "token". Kebanyakan dari semua token yang ada dibangun saat ini adalah di atas Ethereum. Daripada membangun decentralized application dari awal seperti apa yg dilakukan oleh Bitcoin sebelumnya. Anda dapat membangunnya di atas Ethereum dengan lebih mudah karena:

  1. jaringannya sudah ada dan
  2. Ethereum tidak dirancang untuk sebuah aplikasi yang spesifik tapi lebih sebagai sebuah platform untuk membangun aplikasi-aplikasi diatasnya yg dapat mengeksekusi berbagai kode acak (untuk apapun fungsi dan tujuannya). Ethereum ini "tidak memiliki fitur" (featureless).

Protokol Ethereum memberikan penghargaan (insentif) kepada siapa saja yang memberikan kontribusi dengan tenaga komputasinya untuk Ethereum Network. Dengan melakukan hal tersebut semua pihak yang terlibat ini mendapatkan Ether, cryptoasset dari Ethereum. Hal ini membuat Ethereum menjadi sebuah platfrom berbasis komputer untuk piranti lunak (software) jenis baru (decentralized apps). Ini bukan komputasi awan (cloud computing), karena Ethereum sendiri decentralized (seperti aether, paham?). Untuk itulah kenapa penciptanya, Vitalik Buterin, merujuk Ethereum sebagai "world computer".

Untuk menyimpulkan, dalam beberapa tahun belakangan ini saja dunia telah menemukan cara bagaimana membuat sebuah software tanpa melalui pusat operator. Pelayanan ini disebut sebagai decentralized applications dan mereka dimungkinkan dengan cryptoassets yang meng-insentifikasi para pihak yang terlibat di dalamnya karena berkontribusi sumber daya – processing, penyimpanan, komputasi – dan apapun yang penting agar pelayanan tersebut dapat berfungsi sebagaimana seharusnya.

Sangat layak apabila kita mau mempertimbangkan hal yang luar biasa ini. Hanya dengan melalui internet, dan protokol yang terbuka dan kelas aset baru, kita dapat membuat sebuah jaringan yang secara dinamis dapat menggabungkan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk menyajikan berbagai macam layanan.

Dan banyak orang (pihak) yang berpikir bahwa model ini adalah masa depan dari seluruh software, sesuatu yang akhirnya menantang FANG stocks dan permodalan ventura (VC) untuk memulai lagi dari awal.

Tapi saya bukanlah salah satu dari mereka. Karena ada satu permasalahan.

Sampai saat ini masih belum jelas apakah decentralized applications pada akhirnya akan berguna bagi kebanyakan orang dibandingkan dengan pendekatan software/aplikasi (centralized applications) yang sudah kita kenal selama ini.

Dengan sederhana dapat kita bilang, bahwa kita tidak dapat berargumentasi bahwa Bitcoin itu lebih baik dari PayPal atau Chase. Atau Filecoin lebih baik daripada Dropbox atau iCloud. Atau Ethereum lebih baik daripada Amazon EC2 or Azure.

Bahkan dalam kenyataannya, hampir di semua dimensinya, decentralized services ini tidak lebih baik daripada centralized services:

Dan tidak, ini bukan saja karena mereka baru. Hal ini tidak akan berubah secara fundamental dengan kapasitas block yang menjadi lebih besar; lightning networks; sharding; forks; self-amending ledgers; atau solusi apapun yang bersifat teknikal.

Hal tersebut disebabkan karena ada beberapa hal yang perlu kita korbankan secara struktural akibat dari tujuan utama dari jenis pelayanan ini, dibalik dari semua tujuan yang ada harus berkaitan dengan tujuan mereka untuk menjadi lebih relevan, yaitu: desentralisasi.

Masih ingat dengan "berkontribusi dalam sebuah kompetisi yang menghabiskan banyak biaya"? Ya, itu semua datang dari biaya yang harus dikeluarkan dalam prosesnya. Masih ingat bagaimana setiap pengguna harus melakukan proses "penanda-tanganan secara kriptografi" transaksi mereka yang akan diumumkan? Ya, private keys yang digunakan untuk melakukan hal tersebut harus di taruh dan di amankan lebih aman daripada sebuah password biasa (password bisa dibuat kembali apabila kita lupa). Ingatkah bahwa "tidak ada satu entiti pun yang menjadi pusat operasi" di dalam jaringan? Sisi dibaliknya adalah dimana tidak ada cara yang lebih baik untuk membuat keputusan atau mengatur mereka.

Tentunya, Anda dapat membuat decentralized applications menjadi lebih efisien dan lebih ramah terhadap pengguna, seperti contoh: memusatkan proses penanda-tanganan secara kriptografi kepada sebuah institusi yang dapat dipercaya (alias memberikan institusi tersebut kontrol atas cryptoasset kita). Tapi ini artinya kita sama saja kembali ke titik awal dan lebih baik Anda menggunakan pelayanan yg terpusat saja.

Untuk Bitcoin, sebagai contoh, tidak terlalu tepat apabila disebut sebagai "Decentralized Paypal". Lebih tepat kalau kita mengatakannya sebagai jaringan pembayaran elektronik yang sangat tidak efisien, tetapi sebagai gantinya kita mendapatkan desentralisasi.

Kalimat penutup: centralized applications tetap unggul dari berbagai sisi terhadap decentralized applications.

KECUALI UNTUK SATU DIMENSI.

Dan tidak hanya karena decentralized application akan lebih baik terhadap satu hal ini, tapi karena memang hanya ada satu cara untuk mencapainya.

Apa yang saya maksud?

Censorship resistance – kekebalan terhadap proses pengawasan; pemeriksaan; penyuntingan.

Ini adalah dimana kita akhirnya menemukan sinyal yang sulit dicari/dipahami di dalam kegaduhan-kegaduhan yang selama ini kita dengar.

Censorship resistance ini artinya adalah akses menuju decentralized applications itu terbuka dan tidak dibatasi. Proses transaksi di dalam pelayanan ini tidak dapat dihentikan.

Lebih tepatnya, tidak ada yang dapat menghentikan saya mengirim Bitcoin ke siapapun yang saya mau. Tidak ada yang dapat menghentikan saya dalam mengeksekusi kode-kode yang ada di Ethereum. Tidak ada yang dapat menghentikan saya dalam menyimpan file-file saya di Filecoin. Selama saya memiliki koneksi internet dan membayar biaya transaksi di dalam jaringan dalam bentuk cryptoasset, saya bebas melakukan apa saja yang saya mau.

(Jika Bitcoin adalah kapitalisme yang telah diolah kembali. Bitcoin juga sangat menjunjung kekebasan yang telah diolah. Itulah makanya kenapa para penganut paham libertarian sedikit banyak terobsesi dengan Bitcoin)

Dan bagi para pembaca yang termasuk dalam kategori Crypto Enthusiasts dan tidak mau menerima kata-kata saya mengenai hal itu, apakah Anda akan setidaknya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Adam Back dan Charlie Lee?

Jadi di saat kita tidak dapat mengatakan "kepada semua orang bahwa Bitcoin adalah lebih baik dari Visa" hal ini masih sangat memungkinkan bagi sejumlah orang yang disebut sebagai pendukung setia Bitcoin, dimana Bitcoin adalah satu-satunya cara dalam melakukan pembayaran.

Secara umum, kita dapat bertanya:

Untuk siapa sebenarnya pertukaran kondisi ini?

Adalah bagi siapapun yang sangat memerlukan censorship resistance sehingga mereka rela melakukan pertukaran terhadap kecepatan, biaya, pertambahan (perkembangan), dan pengalaman-pengalaman yang menguntungkan saat menggunakan centralized services?

Untuk lebih jelasnya, saya tidak mengatakan bahwa Anda harus melakukan pertukaran kondisi ini dalam hal untuk membeli/berspekulasi terhadap cryptoassets. Tapi dalam hal ini saya mengatakan bahwa untuk sebuah decentralized applications itu sendiri memiliki manfaat kepada para pendukungnya, pendukungnya tersebut harus tetap melakukan berbagai optimasi untuk censorship resistance itu sendiri.

Jadi siapakah orang-orang yang masuk kategorisasi tersebut?

Meskipun tidak ada data yang cukup baik untuk digunakan, pengguna sebenarnya dari decentralized applications kelihatannya terbagi dalam 2 kategori:

  1. Orang orang yg berada di luar jangkauan: terutama untuk orang-orang yg berada di negara-negara yang dimana akses terhadap pelayanan yang bersifat tradisional (seperti: bank) terbatas (dengan berbagai alasan) tapi mereka masih memiliki akses terhadap internet
  2. Orang-orang yang memang sengaja mau berada di luar jangkauan: ya itu adalah orang-orang yang tidak mau proses transaksinya disunting/dibatasi atau diketahui

Dengan kerangka pikir begitu, kita bisa bertanya:

Ada beberapa pertanyaan yang menyangkut pusat perhatian dari nilai-nilai yang ditawarkan oleh teknologi ini.

Sejauh ini, masih sangat sedikit sekali kasus penggunaan decentralized applications dibandingkan terhadap pelayanan tradisional. Bitcoin, sebagai contoh, masih sedikit sekali pihak merchant yang mainstream yang mengadaptasi Bitcoin sebagai pilihan pembayaran di Amerika Serikat dibandingkan dengan tahun 2014. Dan dari semua pembicaraan yang mengatakan bahwa nilai kegunaan dari Bitcoin adalah sebagai sistem pembayaran di negara-negara berkembang dan emerging markets seperti di China, justru malah software tradisional (apps) seperti Alipay dan Paytm yang justru dalam kenyataannya memberikan dampak perubahan yang besar di tempat-tempat tersebut.

Di saat yang bersamaan, penggunaan Bitcoin di dark web dan untuk ransomware adalah jelas buktinya, walaupun terus terang sulit mendapatkan data yang layak untuk dipakai untuk membuktikan hal tersebut.

Tapi bukan kah orang-orang menggunakan Bitcoin sebagai "store of value"? Tentu, sebagai salah satu cara untuk mengatakan orang-orang yang berinvestasi bitcoin dalam jangka panjang. Tapi ingat saya belum mengatakan mengenai berinvestasi di cryptoasset. Saya sedang membicarakan apakah ada orang yang menemukan bahwa sebuah decentralized application untuk sistem pembayaran (yang dapat berfungsi/beroperasional karena cryptoasset tsb) berguna. Real estate akan menjadi sebuah "store of value" yang baik dalam jangka panjang, hanya apabila orang-orang tetap hidup dan bekerja di dalam bangunan. Begitu juga sama dengan kasus decentralized applications.

Apa yang harus diperbuat untuk membuat Ethereum dapat dievaluasi melalui kaca mata censorship resistance? Selama ini. kelihatannya banyak digunakan oleh banyak developer. Ethereum adalah platform untuk developer untuk decentralized applications, apakah itu artinya adalah developer yang kena sensor atau disensor karena satu dan lain hal? Dalam satu kasus, ya. Para developer dan startup-startup yang memiliki harapan untuk membangun produk2 finansial, yang tidak memiliki akses terbuka dan tanpa batas kepada infrastruktur dari dunia finansial yang sudah ada. Di sisi lain, Ethereum tidak menyediakan akses ke infrastruktur tersebut, tapi Ethereum menyediakan infrastruktur yang berbeda yang dapat digunakan, sebagai contoh, untuk membuat dan mengeksekusi sebuah financial contract.

Ethereum adalah sebuah platform, nilai-nilai nya adalah sebuah fungsi dari sebuah nilai dari aplikasi-aplikasi yang dibangun diatasnya. Dengan kata lain, kita dapat bertanya apakah Ethereum akan berguna dengan sekedar bertanya apakah segala sesuatu yang dibangun di atas Ethereum adalah berguna? Sebagai contoh, apakah kita membutuhkan versi censorship resistance untuk prediction market? Versi censorship resistance untuk permainan kartu yang tidak serius? Versi Censorship resistance dari YouTube atau Twitter?

Hal ini semua, masihlah sangat dini, apabila tidak ada satupun dari 730+ decentralized apps yang dibangun di atas Ethereum selama ini kelihatannya berguna, data tersebut rasanya sudah cukup memberikan penjelasan. Bahkan dalam 1 tahun di internet kita bisa mendapatkan berbagai chat room; foto foto kucing dan skor dari permainan olahraga. Apa killer applications yang sudah dibangun di atas Ethereum per saat ini?

Jadi hal ini semua meninggalkan (memberikan pesan) apa kepada kita semua?

Mengetahui bahwa betapa berbedanya mereka dengan model aplikasi yang kita kenal dan cintai, apakah akan ada orang yang benar-benar menggunakan decentralized applications? Apakah mereka akan menjadi bagian penting dalam perekonomian? Sangat sulit untuk diprediksi karena hal ini merupakan bagian dari sebuah evolusi teknologi tapi ini semua dikembalikan ke bagaimana masyarakat yang akan menggunakan bereaksi terhadap hal tsb.

Sebagai contoh: sampai baru baru ini saja; encrypted messaging saat itu hanya digunakan oleh para hackers; mata-mata dan orang-orang yg paranoid. Hal tersebut sepertinya tidak akan berubah. Sampai akhirnya berubah. Pasca Snowden dan pasca Trump, semua orang dari Silicon Valley sampai Acela Corridor sepertinya menggunakan layanan aplikasi Signal atau Telegram. Whatsapp adalah aplikasi chat yang end-to-end encrypted. Para jurnalis untuk membuat petisi dapat menggunakan SecureDrop. Ya, teknologi sedikit demi sedikit menjadi lebih baik dan mudah digunakan. Tapi yang mendorong pengadopsian terbesarnya adalah dari masyarakat yang menggunakan.

Dengan kata lain, kita besar di hutan tropis, tapi kadang hal-hal berubah dan hal tersebut membantu kita untuk mengetahui bagaimana caranya beradaptasi dengan lingkungan dari tempat lain.

Dan inilah dasar argumentasi dari smart money yang membuat cryptoassets dan decentralized applications: saat ini terlalu dini untuk berkata apa-apa. Apakah perubahan yang terjadi ini sangat nyata. Apakah satu atau lebih dari beberapa decentralized applications ini akan menjadi bagian yang penting di dunia, dan cryptoassets yang melandasi mereka akan benar-benar berharga. Sebagai mulainya kita dapat memasang taruhan sekarang dan lihat bagaimana hasilnya nanti. Jadi janganlah terlalu sibuk menghabiskan waktu dengan pertanyaan apakah killer apps nya dari decentralized applications sudah ada atau belum.

Hal itu bukanlah argumentasi yang buruk dan saya cenderung untuk setuju.

Saya akan menyimpulkan argumentasi tersebut sebagai: dalam jangka panjang, nilai dari cryptoassets ini akan digerakkan oleh penggunaan decentralized applications yang beroperasi di atasnya. Walaupun masih sangat dini, penilaian yang begitu tinggi dibuktikan ternyata benar bahwa walaupun kemungkinan di adopsi oleh kebanyakan orangnya masih sangat kecil, tapi akibatnya mungkin saja sangat besar, jadi kita ikuti saja perjalanannya dan lihat apa yang akan terjadi.

Bagaimana kita menjelaskan dengan mania yang terjadi saat ini?

Nilai bitcoin naik 5x dalam setahun ini. Ethereum naik 30x. Total dari market cap (total unit dari asset yang ada dikalikan dengan harga pasar) adalah kurang lebih 172 miliar dolar amerika, naik dari 12 miliar dolar amerika satu tahun lalu (catatan: artikel ini dirilis ke publik per tanggal 16 Oktober 2016). Mengapa?

Seperti dalam cerita berbagai mania di dalam sejarah, segala sesuatu yang rasional (masuk akal) berubah menjadi irasional (tidak masuk akal).

Untuk mengerti apa yang sedang terjadi, mari kita lihat bagaimana dengan mentalitas pembeli dan penjual dari cryptoassets per saat ini, mari kita mulai dari pihak pembeli.

Jika Anda beriventasi saat awal di Bitcoin dan Ethereum, saat ini anda seakan-akan sedang mendapatkan uang yang sangat banyak diluar dugaan. Ini rasanya seperti Anda sedang bermain dengan house money, sebuah efek psikologi yang terkenal. Anda merasa pintar dan rela untuk mengambil resiko lebih banyak lagi, jika tidak pun ini kan "uang Anda" juga. Bisa jadi Anda pun sudah membagi dan mengambil sedikit keuntungan dengan ke cryptoasset yang lain, atau kedua, atau ketiga.

Jika Anda tidak berinvestasi saat ini, kekhawatiran akan kehilangan kesempatan akan berlanjut terus sampai ke masa yang tidak tepat (harga sudah terlalu tinggi) saat Anda mulai membelinya. Mungkin ada membaca soal Bitcoin, dan tidak mengerti, dan Anda mengikuti apa kata Warren Buffet bahwa jangan pernah berinvestasi pada sesuatu yang Anda tidak mengerti. Beberapa teman Anda ada yang sudah berhasil menghasilkan uang dari jual-beli cryptoassets ini tapi Anda tetap mengabaikannya. Kemudian Anda membaca tentang Ethereum, yang dimana Anda benar-benar tidak mengerti sama sekali, lalu mengabaikan untuk membeli, dan pada akhirnya Anda menemukan teman-teman Anda yang sudah berencana untuk melakukan pensiun dini karena mereka sudah melakukannya. Pelajarannya seakan-akan bertolak belakang dengan nasihat Buffet: hanya berinvestasi pada sesuatu yang tidak Anda mengerti. Hal ini membuat orang-orang hanya melakukan penilaian terhadap apa yang mereka lihat di depan mata saja dan akhirnya pada saat harga kembali mencapai all time high baru akhirnya meyakinkan mereka untuk masuk ke dalam pasar.

Dan hal itu tidak baik.

Karena nantinya akan ada pihak penjual yang mengisi permintaan tersebut, terutama dari permintaan yang datang dari orang-orang yang telah memutuskan bahwa mereka tidak akan pernah (mau) mengerti hal ini sehingga mereka hanya akan bertaruh pada sesuatu yang terdengar sulit dimengerti dan meyakinkan.

Mari kita pikirkan mengenai pihak penjual ini. Untuk pihak penjual ini, saya tidak bermaksud dengan orang yang menjual simpanan cryptoassets yang sudah dimilikinya. Maksud saya adalah pihak-pihak yang meluncurkan cryptoassets baru (yang lebih sering disebut sebagai cryptotoken atau token).

Model dasarnya adalah untuk melakukan pra penjualan (pre sale) terhadap sebagian persentase dari cryptoassets dari jaringan yang diajukan sebagai cara untuk menandai pengembangan dari decentralized application sebelum diluncurkan. Pendiri dari project tersebut cenderung untuk menyimpan sebagian persentase dari aset tersebut. Artinya mengumpulkan dana untuk proyek dengan cara ini adalah a) tidak akan mengurangi nilai asetnya karena ini bukanlah saham dan b) bukan hutang, sehingga Anda tidak perlu membayar balik. Ini pada dasarnya adalah free money. Hal ini menjadi sangat menarik bagi para enterpreneur, melebihi apa yang terjadi di jaman 90s dot-com boom. Hal ini sangat luar biasa menggoda untuk membuat kita mencoba dan mencicipi setiap proyek yang meluncurkan sebuah "initial coin offering", walaupun mereka sebenarnya tidak benar-benar membangun sebuah decentralized application. Lagi pula, skema ICO ini memudahkan Anda untuk keluar dari skenario investasi bahkan sebelum Anda meluncurkan produknya.

Dan juga ada cerita disana bahwa untuk mendukung para enterpreneur dalam membuat cryptoassets. Idenya adalah dengan menjual aset tersebut ke pengguna sebelum jaringan tersebut diluncurkan, Anda menciptakan "evangelists" yang akan menjadi para pengguna awal sekaligus pendukung yang tidak mungkin Anda dapatkan apabila tidak ada penghargaan finansial untuk berpartisipasi di dalam komunitasmu.

Permasalahannya dengan cara pikir ini adalah bagaimana hal ini memadukan para investor awal dengan pengguna awal. Tumpang tindih antara orang yang membeli cryptoassets Anda dan orang yang benar-benar ingin menggunakan jasa dari aplikasi yang Anda bangun besar kemungkinan sangat-sangat rendah, terutama di saat mania seperti akhir-akhir ini. Hal ini membuat penilaian yang salah mengenai "produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar" Ya, orang-orang membeli cryptoasset Anda. Tapi itu karena disebabkan "pasar" terdiri dari orang-orang yang ingin cepat kaya dan "produk" yang Anda jual adalah "cara untuk menjadi kaya".

Tapi this is fine kok.

Setidaknya semua orang menghasilkan uang. Untuk saat ini.

Yang terjadi saat ini adalah hal-hal rasional yang menjadi irasional.

Only when the tide goes out do you discover who's been swimming naked.

Di saat yang sama, saya tidak akan memasang taruhan untuk melawan cryptoassets.

He who lives by the crystal ball will eat shattered glass.

Pertimbangkanlah hal-hal ini. Total kapitulasi pasar dari cryptoassets per saat ini telah berkembang terus secara eksponensial setiap tahunnya. Bagaimana kondisi pasar di tahun 2022? Sangat jelas bahwa banyak (kebanyakan) dari cryptoassets yang diluncurkan pada saat ini tidak akan mencapai hari itu. Begitu juga dengan kebanyakan dari cryptoassets yang telah diluncurkan sekitar tahun 2013/2014 (dimana saat itu mereka lebih dikenal dengan sebutan altcoins). Walaupun begitu sebuah altcoin dari tahun 2014 yang masih tetap bertahan sampai hari ini dan mendorong munculnya token-token dengan ICO-nya dengan menjadi sebuah platfrom untuk mendukung semua aplikasi yang berdiri di atasnya, yaitu: Ethereum.

Jadi, Jamie, apa poin utama dari surat ini?

Izinkan saya untuk menarik kesimpulan.

Salam,

Adam

NB – Anda bisa saja menyadari bahwa dalam surat terbuka ini saya sama sekali tidak menggunakan kata "blockchain". Kata tersebut per saat ini cenderung membingungkan daripada memberikan pencerahan.

NB2 – Ada lagi yang lain, pasar yang terkait dan belum saya bicarakan di surat terbuka ini: penggunaan (cryptographic ledgers) di dalam sebuah perusahaan. Segera untuk hal itu.